Tips Sehat Sebelum Umroh: Fisik dan Imunitas
Latihan fisik, vaksin, obat pribadi, dan cara menghindari masalah kesehatan yang paling sering dialami jamaah.
Daftar isi
Umroh menuntut fisik lebih dari yang dibayangkan banyak orang. Tawaf dan sa'i bisa berjam-jam, ditambah berjalan dari hotel ke masjid beberapa kali sehari. Persiapan fisik yang baik mengurangi risiko kelelahan dan cedera.
Latihan fisik
- Mulai berjalan kaki 30 menit setiap hari, tingkatkan hingga 5 kilometer.
- Latih berdiri lama dan naik turun tangga.
- Lakukan peregangan untuk kaki dan punggung.
- Bagi latihan menjadi beberapa sesi agar tidak cedera.
- Bila punya penyakit jantung atau sendi, konsultasikan dulu dengan dokter.
Vaksin dan pemeriksaan
Vaksin meningitis menjadi syarat visa umroh. Selain itu, vaksin influenza dan pneumonia dianjurkan bagi lansia. Periksa juga kekebalan terhadap penyakit lain sesuai saran dokter.
Lakukan pemeriksaan kesehatan minimal satu bulan sebelum berangkat, terutama bila punya diabetes, hipertensi, atau penyakit paru. Bawa surat keterangan dokter dan daftar obat dalam bahasa Inggris.
Obat pribadi
- Obat rutin dalam jumlah cukup untuk seluruh perjalanan, ditambah cadangan tiga hari.
- Obat demam, nyeri, diare, alergi, dan maag.
- Oralit dan probiotik untuk gangguan pencernaan.
- Plester dan salep untuk lecet kaki.
- Masker dan hand sanitizer.
Simpan obat di tas kabin, bukan bagasi. Bawa resep dokter bila membawa obat keras.
Cuaca dan hidrasi
Makkah bisa sangat panas pada siang hari, terutama di luar musim haji. Minum air sebelum merasa haus, tetapi jangan berlebihan sekaligus. Gunakan pakaian yang menyerap keringat dan pelindung kepala saat di luar ruangan.
Di dalam masjid, pendingin udara bisa sangat dingin. Bawa jaket tipis atau selendang untuk menjaga suhu tubuh.
Masalah kesehatan yang sering muncul
| Masalah | Pencegahan |
|---|---|
| Lecet kaki | Alas kaki nyaman, plester, ganti kaus kaki |
| Dehidrasi | Minum teratur, hindari kopi berlebihan |
| Diare | Pilih makanan bersih, cuci tangan, oralit |
| Batuk dan flu | Masker di kerumunan, istirahat cukup |
| Nyeri sendi | Latihan, alas kaki empuk, istirahat berkala |
| Kelelahan | Jadwal realistis, tidur cukup |
Tidur dan ritme
Banyak jamaah mengurangi tidur untuk memperbanyak ibadah. Ini bisa bertahan beberapa hari, tetapi tubuh tetap butuh istirahat. Kurang tidur menurunkan imunitas dan meningkatkan risiko jatuh.
Atur jadwal agar ada waktu tidur minimal enam jam. Bila ingin shalat malam, tidur lebih awal setelah Isya.
Bagi lansia
Bawa tongkat atau kursi roda bila perlu. Hindari berjalan jauh pada tengah hari. Periksa tekanan darah secara rutin bila memungkinkan, dan jangan menunda berobat bila merasa tidak nyaman.
Pastikan keluarga atau pendamping tahu obat apa yang diminum dan kapan. Simpan daftar obat di dompet.
Setelah pulang
Beberapa jamaah mengalami batuk atau flu setelah kembali karena kelelahan dan perubahan suhu. Istirahat cukup dan periksakan diri bila gejala berlanjut. Jangan langsung kembali ke rutinitas berat tanpa pemulihan.