Daftar isi

Tawaf adalah ibadah yang dipenuhi doa. Namun, banyak jamaah bingung karena mencari daftar doa khusus untuk setiap putaran. Sebagian merasa tawafnya kurang lengkap bila tidak membaca bacaan tertentu. Padahal, tidak ada doa wajib yang ditetapkan untuk tiap putaran.

Artikel ini membahas adab berdoa saat tawaf dari sisi dalil, bahasa, suara, dan praktiknya. Fokusnya bukan menghafal formula, melainkan memahami bagaimana doa seharusnya diucapkan di hadapan Ka'bah.

1. Tawaf dan Doa

Tawaf adalah rangkaian mengelilingi Ka'bah tujuh kali. Di dalamnya jamaah berzikir, membaca Al-Qur'an, dan berdoa. Tidak ada larangan berdoa dengan permohonan apa pun yang baik, selama tidak mengandung dosa atau memutus silaturahmi.

Yang perlu diluruskan adalah anggapan bahwa setiap putaran memiliki doa khusus yang wajib dibaca. Anggapan ini tidak memiliki dasar yang kuat dalam riwayat yang sahih.

2. Tidak Ada Doa Khusus per Putaran

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengajarkan rangkaian doa khusus untuk putaran pertama sampai ketujuh. Yang beliau contohkan adalah berzikir, berdoa, dan membaca Al-Qur'an dengan khusyuk. Sebagian bacaan yang beredar di buku panduan tidak memiliki dasar yang kuat sebagai bacaan wajib.

Karena itu, jamaah bebas berdoa dengan bahasa Arab atau Indonesia, memohon apa pun yang baik, tanpa merasa harus menghafal formula tertentu. Yang penting adalah kehadiran hati dan pemahaman atas permohonan.

3. Doa yang Dianjurkan

Di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, dianjurkan membaca doa kebaikan dunia dan akhirat.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Wahai Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.
QS. Al-Baqarah: 201; diriwayatkan pula dalam HR. Abu Dawud no. 1892

Doa ini singkat, padat, dan mencakup kebaikan dunia serta akhirat. Jamaah dapat mengulanginya beberapa kali di sepanjang perjalanan antara dua rukun tersebut.

Saat melewati Hajar Aswad, cukup mengucapkan takbir dan bismillah, lalu melanjutkan perjalanan.

بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Dengan nama Allah, dan Allah Maha Besar.
HR. Ahmad dan Tirmidzi, dari Ibnu Abbas — terjemahan makna

4. Bahasa Doa

Doa boleh disampaikan dalam bahasa Indonesia atau bahasa lain yang dipahami. Allah mengetahui segala bahasa. Berdoa dengan bahasa sendiri membantu hati hadir dan memahami permohonan. Bila mampu berdoa dalam bahasa Arab dengan benar, itu baik; bila tidak, jangan memaksakan bacaan yang tidak dipahami.

Yang tidak dianjurkan adalah membaca teks Arab tanpa memahami artinya sambil mengabaikan isi hati. Doa bukan lomba membaca, melainkan percakapan dengan Allah.

5. Suara dan Kekhusyukan

Berdoalah dengan suara pelan yang didengar diri sendiri. Mengeraskan suara secara berjamaah dengan dipandu satu orang dapat mengganggu jamaah lain dan menghilangkan kekhusyukan. Tawaf bukan ajang pamer hafalan atau suara.

Bila lupa bacaan, diam sejenak dan berdoa dengan kata-kata sendiri. Yang penting adalah kehadiran hati, bukan panjangnya doa.

6. Perbandingan Pandangan Ulama

PerkaraPandangan yang masyhurCatatan
Doa khusus tiap putaranTidak ada riwayat sahih yang menetapkannyaBoleh berdoa bebas
Doa antara Rukun Yamani dan Hajar AswadDianjurkanQS. Al-Baqarah 201
Takbir di Hajar AswadDianjurkanCukup sekali, tidak berhenti lama
Bahasa doaBoleh selain ArabYang penting dipahami
SuaraPelan, didengar sendiriTidak mengganggu jamaah

7. Adab Praktis

  • Fokus pada Ka'bah dan niat, bukan pada layar ponsel.
  • Jangan berdoa sambil berhenti di jalur tawaf.
  • Angkat tangan hanya bila perlu; jangan mengganggu jamaah di belakang.
  • Hindari membaca doa dari kertas sambil berjalan tanpa melihat jalan.
  • Jaga pandangan dan lisan dari hal yang tidak perlu.
  • Doakan orang tua, keluarga, dan kaum muslimin.
  • Jangan mengambil foto saat berdoa hingga mengganggu konsentrasi.

8. Penerapan bagi Jamaah Indonesia

Banyak jamaah membawa buku doa tebal dan membacanya sambil berjalan. Ini boleh, tetapi sebaiknya tidak mengganggu pandangan dan gerakan. Bila kerumunan padat, simpan buku dan berdoa dengan yang dihafal. Jadikan momen tawaf sebagai waktu untuk memohon hal-hal besar, bukan sekadar menyelesaikan bacaan.

Bila ingin berdoa untuk keluarga, tuliskan daftar singkat di rumah sebelum berangkat. Dengan begitu, doa tidak terpecah karena lupa nama atau kebutuhan.

9. Kesalahan yang Sering Terjadi

  • Merasa tawaf tidak sah bila tidak membaca doa tertentu.
  • Mengeraskan doa secara berkelompok.
  • Berhenti di tengah jalur tawaf untuk berdoa panjang.
  • Membaca doa dari ponsel sambil berjalan tanpa melihat sekitar.
  • Lupa berdoa karena sibuk mengambil foto.
  • Membaca doa yang tidak dipahami tanpa berusaha mempelajarinya.

10. Kesimpulan

Tidak ada doa wajib untuk setiap putaran tawaf. Yang dianjurkan adalah berzikir, berdoa, dan membaca Al-Qur'an dengan khusyuk. Doa antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad memiliki dasar. Jaga suara, pandangan, dan hati agar tawaf menjadi ibadah yang utuh, bukan rutinitas bacaan.

Pembahasan tentang tawaf ada di artikel Tawaf.

Daftar Rujukan

  • Al-Qur'an dan Terjemahannya, Kementerian Agama RI.
  • Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, bab al-Hajj.
  • Sunan Abu Dawud no. 1892.
  • Sunan Tirmidzi, bab al-Takbir 'inda al-Hajar.
  • An-Nawawi, Al-Idhah fi Manasik al-Hajj wa al-'Umrah.