Hukum Ihram dari Tan'im
Tan'im sebagai miqat orang di Makkah: dalil, tata cara di Masjid Aisyah, dan kesalahan yang membuat ihram tidak sah.
Daftar isi
Tan'im adalah miqat terdekat bagi orang yang berada di Makkah. Di sana terdapat Masjid Aisyah, tempat jamaah biasa memulai ihram untuk umroh baru. Meski dekat, tetap ada ketentuan yang tidak boleh dilanggar. Kesalahan kecil di Tan'im bisa membuat ihram tidak sah sebagai miqat.
Artikel ini membahas ihram dari Tan'im dari sisi dalil, tata cara, perbandingan madzhab, dan penerapannya bagi jamaah yang ingin umroh ulang.
1. Mengapa Tan'im?
Orang yang berada di Makkah tidak boleh berihram dari dalam kota untuk umroh baru. Ia harus keluar ke tanah halal terdekat. Tan'im dipilih karena paling dekat dan paling praktis, sekitar tujuh kilometer dari Masjidil Haram.
Tan'im berada di luar batas tanah haram. Karena itu, ia sah menjadi tempat memulai ihram. Alternatif lain adalah Ji'ranah dan Hudaibiyah, yang jaraknya lebih jauh.
2. Dalil
Dalam hadis Aisyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan saudaranya, Abdurrahman, untuk mengantarnya ke Tan'im agar ia berihram dari sana.
| فَأَهَلَّتْ مِنْ تَنْعِيمٍ |
| Maka ia pun berihram dari Tan'im. |
| HR. Bukhari dan Muslim, dari Aisyah — terjemahan makna |
Hadis ini menunjukkan bahwa orang yang berada di Makkah harus keluar ke tanah halal untuk memulai umroh baru. Nabi tidak memerintahkan Aisyah berihram dari Masjidil Haram, padahal ia sedang berada di sana.
Dalil kewajiban menyempurnakan umroh:
| وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ |
| Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. |
| QS. Al-Baqarah: 196 — Terjemahan Kemenag RI |
Menyempurnakan umroh mencakup memulainya dari tempat yang ditetapkan. Berihram dari dalam Makkah berarti memulai ibadah sebelum miqat, sehingga meninggalkan wajib.
3. Lokasi dan Masjid Aisyah
Tan'im terletak di jalur menuju Madinah, sekitar tujuh kilometer dari Masjidil Haram. Di sana terdapat Masjid Aisyah, yang juga dikenal sebagai Masjid Tan'im. Jamaah biasanya mandi, memakai pakaian ihram, shalat dua rakaat, lalu berniat.
Perjalanan dari Makkah memakan waktu 15 sampai 30 menit, tergantung lalu lintas. Pada musim ramai, bisa lebih lama. Sepakati harga transportasi sejak awal dan pastikan kendaraan menunggu.
4. Tata Cara
- Keluar dari Makkah menuju Tan'im, biasanya dengan bus atau taksi.
- Mandi atau berwudu, memotong kuku, dan merapikan diri sebelum niat.
- Memakai pakaian ihram dan wangi-wangian pada badan sebelum niat.
- Shalat dua rakaat di Masjid Aisyah.
- Berniat umroh, lalu membaca talbiyah.
- Kembali ke Makkah dan langsung menuju Masjidil Haram untuk tawaf.
Jangan berniat sebelum sampai di Tan'im. Bila jamaah berniat di jalan, padahal masih di dalam Makkah, ihramnya tidak memenuhi miqat. Tunggu sampai kendaraan memasuki area Tan'im.
5. Bila Berihram dari Hotel
Berihram dari hotel di Makkah untuk umroh baru tidak memenuhi miqat. Menurut madzhab Syafi'i, umrohnya tetap sah tetapi ia berdosa dan wajib dam. Bila ia keluar ke tanah halal setelah ihram sebelum memulai tawaf, dam gugur menurut sebagian ulama. Namun, cara yang benar adalah keluar sebelum berniat.
Jangan menganggap dam sebagai pengganti kesengajaan. Dam menutup kekurangan wajib, bukan menghapus dosa.
6. Perbandingan Empat Madzhab
| Perkara | Hanafi | Maliki | Syafi'i | Hanbali |
|---|---|---|---|---|
| Miqat orang di Makkah | Di luar tanah haram | Di luar tanah haram | Di luar tanah haram | Di luar tanah haram |
| Tan'im sebagai miqat | Sah | Sah | Sah | Sah |
| Berihram dari hotel Makkah | Umroh sah, wajib dam | Umroh sah, wajib dam | Umroh sah, berdosa, wajib dam | Umroh sah, wajib dam |
| Dam gugur bila keluar sebelum tawaf | Sebagian riwayat menyebut gugur | Sebagian riwayat menyebut gugur | Gugur menurut sebagian ulama | Sebagian riwayat menyebut gugur |
Empat madzhab sepakat bahwa Tan'im sah sebagai miqat dan berihram dari dalam Makkah melahirkan dam. Perbedaan muncul pada rincian gugurnya dam.
7. Waktu dan Transportasi
Pada musim ramai, Tan'im bisa sangat padat. Bila ingin tawaf pada malam hari, berangkatlah lebih awal agar tidak kelelahan. Bawa air minum dan pakaian ihram cadangan. Pastikan kendaraan menunggu, karena mencari taksi di Tan'im pada malam hari bisa sulit.
Sebagian jamaah memilih Ji'ranah atau Hudaibiyah untuk menghindari kepadatan Tan'im. Keduanya lebih jauh, tetapi sama-sama sah. Pilih yang paling sesuai dengan jadwal rombongan.
8. Penerapan bagi Jamaah Indonesia
- Sepakati transportasi dan waktu tunggu sejak awal.
- Bawa pakaian ihram cadangan dan air minum.
- Jangan berniat sebelum sampai di Tan'im.
- Jangan melepas pakaian ihram saat perjalanan pulang.
- Catat nama hotel dan nomor bus.
- Jangan memaksakan umroh ulang bila kondisi fisik lemah.
9. Kesalahan yang Sering Terjadi
- Berihram dari hotel atau masjid di Makkah.
- Berniat sebelum sampai di Tan'im, padahal masih di dalam kota.
- Melepas pakaian ihram saat perjalanan pulang.
- Memakai wangi-wangian setelah niat.
- Tidak membawa pakaian ihram cadangan.
- Menganggap Tan'im satu-satunya miqat sehingga memaksakan diri saat padat.
10. Kesimpulan
Ihram dari Tan'im adalah cara yang benar bagi orang yang berada di Makkah. Keluar ke tanah halal, berniat di sana, lalu kembali untuk tawaf. Jangan menggantinya dengan ihram dari hotel. Bila Tan'im terlalu padat, Ji'ranah atau Hudaibiyah dapat menjadi alternatif.
Pembahasan tentang umroh berulang ada di artikel Umroh Berulang Kali.
Daftar Rujukan
- Al-Qur'an dan Terjemahannya, Kementerian Agama RI.
- Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, bab al-Hajj.
- An-Nawawi, Al-Idhah fi Manasik al-Hajj wa al-'Umrah.
- Ibnu Qudamah, Al-Mughni, bab al-Mawaqit.
- Muhammad bin Qasim al-Ghazziy, Fathul Qarib al-Mujib.